Foto Sunset menggunakan Nokia 2.2

Foto Keren Meski di Kondisi Low Light

Foto keren merupakan idaman setiap orang yang menyukai fotografi, maupun hanya sekedar suka foto. Bahkan dengan adanya media sosial, sebagian orang sangat senang mengunggah foto, mulai dari foto selfie, sampe foto kucing.

Kecanggihan teknologi sekarang membuat banyak produsen gawai pintar berlomba-lomba menciptakan produk gawai yang memiliki kamera yang mumpuni. Mulai dari kamera yang membuat penggunanya lebih cantik, hingga yang ramah kondisi minim cahaya.

Namun, pada dasarnya semua itu tidak akan berarti dan belum tentu menghasilkan foto keren, jika kita tidak menguasai teknik dasar fotografi.

Oke, tulisan ini tidak akan membahas mengenai teknik fotografi lebih mendalam, karena penulis bukan merupakan seorang fotografer profesional maupun ahli.

Kali ini, penulis akan berbagi cerita pengalaman mengikuti sebuah workshop fotografi yang telah berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2019.

Bertemu dengan Fotografer Senior

Sebuah kesempatan yang langka bagi Saya, bertemu langsung dengan seorang fotografer senior yang banyak berkecimpung di dunia fotografi jurnalistik. Arbain Rambey, beliau merupakan jurnalis senior harian Kompas. Saya mengetahui beliau pertama kali saat beliau mengisi program Klik Arbain di KompasTV beberapa tahun silam.

Kesempatan ini Saya dapat ketika mengikuti workshop dan media gathering yang diselenggarakan oleh HMD Indonesia. HMD Indonesia sendiri merupakan pemegang lisensi Brand Nokia Mobile.

Dalam workshop kali ini, dipaparkan bagaimana teknik dasar fotografi itu, dan dilanjutkan mempraktikkan apa yang telah disampaikan pada sesi pertama.

Kunci dalam Fotografi

Om Arbain (begitu Saya menyebut beliau), memaparkan kunci dalam fotografi yang telah beliau pelajari berdasarkan pengalamannya selama ini.

Menurutnya, ada 4 kunci yang bisa dijadikan pegangan bagi seorang fotografer.

Foto Keren menggunakan HP

“Dalam fotografi, kuncinya ada 4, Teknik, Posisi, Komposisi, dan Moment. Kalau Anda menguasai 4 hal ini, apapun bisa ada potret,” ujar Arbain Rambey.

Beliau juga menunjukkan banyak foto-foto yang merupakan hasil jepretan sendiri, menggunakan kamera dari handphone.

Beliau juga menunjukkan beberapa foto dengan frame gerbang sebagai pemanis, dan juga foto masjid yang diambil dari dekat pohon sebagai frame nya. Om Arbain menyampaikan bahwa kita harus bisa memanfaatkan benda-benda atau obyek yang ada di sekitar kita.

Saatnya praktek

praktek di kondisi low light

Sekitar jam 5 sore, setelah dipaparkan teknis fotografi oleh Arbain Rambey, Saya dan peserta workshop lainnya berlanjut ke spot foto yakni Kawasan Keraton Ratu Boko.

Di kawasan ini, peserta dibebaskan memotret apa saja, mulai dari potret sunset, potret lingkungan sekitar, obyek apapun, dan juga bisa memotret model yang telah disiapkan.

Saya berkesempatan mencoba Nokia 2.2 yang merupakan produk terbaru Nokia dengan Android One, hal yang sama juga berlaku bagi peserta workshop lainnya. Nokia 2.2 ini merupakan produk Nokia yang sudah dilengkapi OS Android Pie, dan mampu memotret obyek dalam kondisi pencahayaan minim.

Karena Saya tidak pandai dalam memotret model, maka Saya memutuskan memotret Sunset saja, karena memang tema workshop kali ini adalah “Tunjukkan Keseruan Lo di Kegelapan”.

Foto-foto di atas adalah hasil jepretan Saya saat workshop, namun sayangnya karena handphone yang dipakai hasil fotonya masuk ke google foto, maka foto ini masuk ke dalam akun yang terdaftar di handphone tersebut.

Bagaimana menghasilkan Foto yang Keren?

Seorang fotografer profesional Jim Richardson seperti dikutip dalam expertphotography.com menyampaikan. “Jika ingin menjadi fotografer yang baik, maka beridirilah di depan hal-hal yang menarik.”

Jadi, kalau anda ingin memotret, maka dekati apa yang kamu anggap menarik. Kedekatan itu akan menghasilkan kedekatan emosional pula dengan obyek, sehingga menghasilkan foto yang menarik pula.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

%d bloggers like this: