Cara Bertransaksi Lancar dengan Dompet digital

Cara Bertransaksi Lancar dengan Dompet Digital

Hai Bung dan Sis, sudah lama Saya tidak menulis. Tulisan kali ini Saya ingin membagi pengalaman, bagaimana cara bertransaksi lancar dengan menggunakan dompet digital.

Siapa sih yang gak pengen kemudahan. Saya yakin kamu juga senang dengan kemudahan. Beli buku, beli baju, beli makan, sampai bayar parkir, pengennya sih ga perlu bawa uang tunai banyak-banyak.

Apalagi kalau kita sedang ke luar kota, yang mana beresiko jika kita membawa uang tunai terlalu banyak.

Kan cukup bawa kartu atm?

Ya, meskipun mesin atm sudah banyak tersebar, tapi repot juga kalo harus cari mesin atm dulu dalam perjalanan.

Nah, untungnya sudah banyak penyedia dompet digital yang memudahkan kita dalam bertransaksi. Cukup bawa smartphone, kita siap bertransaksi dimanapun.

Apa Sih Dompet Digital Itu?

Dompet Digital
Ilustrasi: Freepik

Dilansir dari Warta Ekonomi, dompet digital itu merupakan layanan aplikasi yang digunakan secara online untuk bertransaksi melalui gawai. Sejatinya fungsi dan caranya mirip dengan kartu kredit dan debit, hanya ini menggunakan gawai (smartphone) kita.

Berdasarkan pengamatan Saya, dompet digital ini sudah dimulai oleh Telkomsel yang meluncurkan layanan t-cash (sekarang menjadi Link Aja). Saya ingat ini pertama kalinya saya tau bahwa kita bisa bertransaksi tanpa tunai, cukup dengan menggunakan smartphone.

BACA JUGA: Foto Makanan Instagramable dengan Handphone

Kala itu t-cash gencar melakukan promosi dan edukasi mengenai dompet digital ini. Saya mengetahuinya karena sekitar tahun 2009, Saya sempat ikut dalam event promosi dari t-cash ini.

Walaupun saat itu, belum begitu dikenal masyarakat, karena Saya sendiripun merasa belum perlu dan masih khawatir dengan keamanannya.

Dompet digital ini semakin dikenal dikala Gojek meluncurkan Go-Pay yang memudahkan kita dalam melakukan pembayaran layanan di Gojek. Begitupun Grab, yang saat itu juga menggunakan Grab-pay (sekarang menjadi OVO) untuk bertransaksi di aplikasinya.

Apalagi dengan semakin banyaknya promo yang diberikan oleh dua aplikasi ojek online tersebut.

Mendukung Mobilitas

Saya cukup sering menggunakan Gojek maupun Grab yang mendukung mobilitas Saya. Dengan kemudahan pembayaran non-tunai yang ditawarkan, serta promo yang gencar, maka Saya pun tergiur untuk menggunakan layanan ini.

Selain go-pay dan Ovo, saat ini juga sudah banyak penyedia dompet digital yang menawarkan keuntungan yang menggiurkan. Terlebih dengan makin banyaknya orang yang sudah teredukasi dengan jenis layanan ini.

Tidak hanya untuk melakukan pembayaran lewat aplikasi ojek, tapi saat ini banyak merchant yang bekerjasama dan bisa bertransaksi menggunakan dompet digital dengan tersedianya QR code.

Sekilas Tentang QR Code

QR code (Quick Response Code) merupakan sebuah gambar dua dimensi yang berisikan kode-kode untuk mengarahkan pada data tertentu.

Dilansir dari denso-wave.com, QR code ini diciptakan untuk memudahkan dalam perekaman data. Penciptanya adalah seorang teknisi di denso yang mana di awal pengembangannya, dilakukan oleh Masahiko Hara dengan dua orang anggotanya.

Cara Bertransaksi Lancar dengan QR Code
Masahiko Hara – Pencipta QR code (sumber: denso-wave.com)

QR code pada awalnya digunakan di industri manufaktur, distribusi, dan industri retail.

Namun, saat ini QR code sudah banyak digunakan untuk membantu mengarahkan ke tautan tertentu, misalkan ke situs dan juga untuk bertransaksi.

Penyelamat Keuangan

Wuiih ini nih, bagian yang Saya semangat menceritakannya. Jadi, dompet digital ini merupakan penyelamat bagi Saya.

Beberapa waktu belakangan ini Saya jadi lebih sering pakai dompet digital. Ketika saldo di bawah 50.000, maka Saya mengalihkannya ke gopay. Karena kalo cash kan gak bisa diambil, dan harus menunggu saldo cukup dulu baru bisa dipakai. Daripada kelamaan nunggu, ya alihkan saja ke saldo gopay.

Dengan mengalihkan ke saldo gopay, saya tetap bisa bertransaksi, khususnya soal makan. Jadi, tetap bisa makan enak kan, hehe.

Apalagi kalo ada promo cashback, lumayan bisa buat transaksi berikutnya.

Saya saat ini menggunakan gopay dan OVO sebagai pilihan dompet digital Saya. Selain bisa dipakai pesan layanan ojek, Saya juga bisa menggunakannya di merchant yang menerima pembayaran digital.

Tapi sayangnya, Saya merasa agak kesulitan dengan dompet digital yang berbeda-beda.

Karena masing-masing penyedia layanan, meletakkan QR codenya di merchant sesuai dengan providernya. Di merchant pun kelihatannya penuh sekali dengan banner QR code.

Cara Bertransaksi Lancar dengan QR Code

Banyaknya banner QR code dari macam-macam provider membuat Saya risih melihatnya. Mungkin ini juga dialami oleh merchant, karena bekerjasama dengan beberapa provider pembayaran e-wallet tentunya memerlukan tempat khusus untuk meletakkan banner yang berbeda-beda pula.

Kabar baiknya, aku baru tau bahwa Bank Indonesia (BI) akan mulai menjalankan standar QR Code Indonesia di tahun 2020. Standar ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-74.

Sebelum diluncurkan, Bank Indonesia sudah melakukan tahap pertama uji coba terlebih dahulu di tahun 2018. Tahap kedua uji coba dilakukan pada April hingga Mei 2019.

Standar QR Code Indonesia atau QR Code Indonesia Standard (QRIS) ini akan mulai diberlakukan secara efektif pada 1 Januari 2020.

Gimana sih standar ini berlaku?

Jadi, BI membuat standar QR code yang nantinya cukup satu banner QR code dan semua transaksi dari beragam provider bisa dilakukan.

Nah, Saya gak sabar nih nunggu untuk standar ini berlaku. Supaya lebih praktis dalam melakukan transaksi. Merchant juga gak perlu lagi meletakkan banner QR code yang berbeda-beda.

Sudah siap untuk menyambutnya?

Semoga cara bertransaksi lancar dengan dompet digital ini bermanfaat.

Sampai jumpa di cerita berikutnya.

#feskabi2019 #gairahkanekonomi #pakaiQRstandar #majukanekonomiyuk

Leave a Reply

%d bloggers like this: