Fantastic Beasts & Where To Find Them (review)

Hai bung dan sis!

Udah pernah dengar tentang judul yang saya tulis ini? Atau sudah menonton filmnya? Bagi penggemar J.K. Rowling mungkin sudah terlebih dahulu menonton ya.

Jadi kali ini saya mau cerita pengalaman menonton film Fatastic Beasts & Where to Find Them (saya singkat Fantastic Beasts aja ya). Jadi film ini bercerita tentang Newt Scamander (Eddie Redmayne), seorang Magizoologist dari London yang datang ke New York dengan sebuah misi pribadi, ia datang dengan membawa sebuah koper. Koper ini berisi hewan-hewan gaib fantastis yang ia miliki. 

Cerita diawali dengan adegan Newt yang baru saja tiba di New York dan membawa koper, saat dalam perjalanan ke Kota ia berhenti di depan gedung bank, di depan gedung tersebut sedang ada orasi dari seorang Salem (saya lupa istilahnya) dia ini perempuan yang mengajak orang-orang untuk memerangi dan membasmi para penyihir.

Saat melihat orasi ini, Newt bertabrakan dengan seorang pria bernama Jacob Kowalski (Dan Fogler), lalu setelah itu hewan Newt ada yang keluar dari koper, hewan ini mirip platypus yang mana kesukaannya adalah sesuatu yang berkilauan. Saat mengetahui hewan itu keluar dari kopernya, Newt mengejarnya hingga ke dalam bank. Di dalam bank, ia kembali bertemu dengan Kowalski, pria yang bertujuan meminjam uang ke bank untuk membuka sebuah toko roti. Inilah awal mula perkenalan Newt dengan Kowalski. Di saat bersamaan, seseorang mengintai Newt, dia merupakan anggota penyelidik Kongres Penyihir Amerika (literally sudah bukan merupakan anggota penyelidik lagi). Perempuan ini mengetahui bahwa Newt seorang penyihir. Ia membawa Newt ke kongres penyihir Amerika karena Newt telah melanggar pasal 3 yakni membiarkan No-Maj (orang biasa yang tidak memiliki kekuatan sihir) pergi tanpa di-obiviliate (dihapus ingatannya saat melihat segala tentang sihir). 

Saat dibawa ke markas Macusa (Magical Congress of the United Sates of America) Tina Goldstein (Katherine Waterston) ingin menyampaikan ke Graves (Colin Farrell) dan menunjukkan koper milik Newt, namum ternyata koper tersebut tertukar dengan koper milik Kowalski yang berisi roti. –singkat cerita nih- di rumah Kowalski, koper tersebut terbuka dan keluarlah banyak hewan-hewan peliharaan Newt. Kehebohan terjadi dimana-mana. Ada satu hewan yang bisa dikatakan berbahaya yaitu Obscura. 

Credence (Ezra Miller) merupakan Obscura yang dimaksud, Credence ini adalah anak asuh dari perempuan yang di awal cerita mengutarakan orasinya untuk memerangi dunia penyihir. Credence sering disiksa oleh orang tua angkatnya. Sering dipandang sebelah mata, hingga suatu hari ia gak bisa mengendalikan dirinya. Dia bisa membunuh orang dengan sangat cepat. Begitulah kurang lebih ceritanya, sebenarnya masih panjang, tetapi lebih seru kalau tonton filmnya. Karena apa yang saya tulis juga sebenarnya bisa jadi tidak sesuai dengan adegan aslinya.

Jadi film ini mengisahkan perjuangan mengumpulkan hewan-hewan yang terlepas, saya jadi membayangkan ini seperti main Pokemon Go! , eittsss itu hanya argumen saya saja. Menurut saya sebagai orang yang bukan fanatik dengan seri Harry Potter, saya tidak begitu paham hubungannya dengan Harry Potter. Banyak artikel yang saya baca, Newt Scamander ini adalah penulis buku yang bukunya dijadikan sebagai buku pegangan di sekolah Hogwarts, tempat Harry Potter menimba ilmunya. Film ini disebut pre-quel Harry Potter, memang ceritanya jauh sebelum ada Harry Potter. Bagi Bung dan Sis yang tidak mengikut seri Harry Potter memang akan sedikit bingung dengan akhir cerita film ini, karena di akhir cerita, Percival Graves merupakan Gellert Grindelwald. Siapakah dia? Bung dan Sis taukah tentang Grindelwald? Kalau saya sih bingung saat Graves berubah, karena saya tidak tahu tentang tokoh itu. Informasi yang saya baca, Grindelwald ini dulunya adalah teman dari Prof. Dumbledore (cmiiw), Grindelwald ini mati ditangan Voldemort.

Secara keseluruhan film ini cukup menghibur, kehadiran hewan mirip platypus yang mencuri segala sesuatu yang berkilauan, dan juga hewan mirip Badak bercula lava, yang mengejar-ngejar Kowalski adalah yang paling menarik perhatian saya. Cerita yang tidak terlalu menuntut penonton untuk berpikir terlalu serius (semoga film-film berikutnya juga tidak), dan didukung visual efek yang ciamik, film ini layak buat ditonton di akhir pekan (Kalau masih ada di bioskop, kalau sudah tak ada, ya beli saja blue-ray nya).

Nilai 8 dari 10 untuk film ini.

Sampai jumpa di ulasan berikutnya Bung dan Sis!

Leave a Reply

%d bloggers like this: