Go fast! (The Fate of The Furious review)

Hai Bung dan Sis,

kali ini saya akan menceritakan franchise Fast & Furious yang tahun ini rilis, yaitu The Fate of The Furious (FF8). Hari ini (12 April 2017) saya diberikan tiket gratis oleh CIMB Niaga (terima kasih CIMB Niaga) yang ngajak nonton bareng di Cinemaxx FX Sudirman.

Seperti FF lainnya, adegan awal film ini membuat saya antusias melihat adegan-adegan berikutnya, karena hampir pasti ada cewek cewek cantik dan berpakaian seronok 😬.

Awal adegan latar tempatnya di Havana Cuba, dan diawali dengan adegan Dom (Vin Diesel) dan Letty (Michelle Rodriguez). Saat sedang berbincang, Dom diinformasikan oleh seorang wanita bahwa Sepupunya sedang dalam masalah. Sepupu Dom saat itu sedang berdebat dengan seseorang yang akan mengambil mobil sang sepupu karena tidak membayar hutang kepadanya. Saat Dom datang Sang Pria penagih hutang sempat beradu argumen dengan Dom yang berujung pada balapan. Dom mempertaruhkan mobilnya jika sang penagih hutang menang.

Dom menggunakan mobil sepupunya yang sudah usang untuk balapan, ia menambahkan semacam NOS (saya kurang paham, hehe) sebagai pemacunya. Mereka melakukan balapan di jalan raya, dibantu dengan 4 orang pengendara motor yang tugasnya adalah menghentikan kendaraan yang lewat di perempatan saat mobil balapan guna mencegah terjadinya tabrakan. Sang pria penagih hutang curang dengan memerintahkan anak buahnya untuk menabrakkan motor ke mobil Dom. Walaupun itu tidak terlalu berpengaruh bagi Dom. Kalau liat adegan ini serunya adalah jalanan Cuba yang tertata meskipun bisa dibilang gak indah-indah banget sih. Dan saya justru fokusnya ke mobil-mobil di jalanan yang hampir sejenis (mungkin cuma skenario saja sih).

Oke, kembali ke cerita. Akhirnya Dom menang tipis meskipun harus melalui berbagai rintangan, dari diserempet sampai mesin mobil yang panas hingga meledak. Kemenangan Dom ini membuat sang penagih hutang respek ke Dom dan menyerahkan Mobilnya untuk Dom, namun Dom menolak karena menurut Dom, respek saja sudah cukup baginya. Dan mobil Dom diberikan kepada sang sepupu sebagai permintaan maaf atas mobil sepupunya yang terjun ke laut.

Masuk ke inti cerita, saat Dom jalan kaki pulang menuju apartemennya. Dia melihat seorang wanita sedang memperbaiki mobil, dan Dom pun menawarkan bantuan. Tak disangka, wanita itu adalah Chiper (Charlize Teron), seorang hacker wanita yang mengajak Dom untuk bekerja sama denganya. Dom menolak, tapi wanita itu memberikan iphone yang berisi video. Videonya masih rahasia 😬, kalau sudah tau isi videonya tentu film ini jadi bisa ditebak dong ya, hehe.

Di sisi lain, Luke Hobbs ( Dwayne Johnson) diberikan tugas oleh Mr. Nobody (Kurt Russell). Adegan di sini ini menurut saya yang membuat film ini terasa segar, karena Luke Hobbs dishoot seolah-olah sedang memimpin pasukan untuk berperang, itu saat zoom in, pas zoom out, ternyata Hobbs ini sedang melatih sepakbola remaja perempuan di sekolah anaknya. Hampir semua yang menonton adegan ini pasti tertawa.

Lalu Hobbs menghubungi Toretto untuk ikut dengannya. Tugas mereka kali ini bersama tim adalah mengambil EMP (ini semacam senjata pemusnah yang menggunakan kekuatan Gelombang, kurang paham sih gelombang apa yang digunakan). Saat berhasil mengambil EMP tersebut, saat akan pulang Dom ternyata membelot, dia mengambilnya dari Hobbs (EMP nya ada di mobil Hobbs).

Nah dari sinilah awal mula pertarungan dimulai. Dom berpihak kepada Chiper, yang bertujuan untuk kejahatan (lupa tujuannya apa, haha).

-Berhubung sudah lelah, saya singkat saja ya-

Jadi di film ini, dimunculkan lagi sosok Elena (Elsa Pataky), dia polisi wanita teman dari Hobbs, Elena ini pernah punya hubungan dengan Dom dan punya anak. Di film ini juga muncul Deckard Shaw (Jason Statham) dan Owen Shaw (Luke Evans) yang bekerja sama dengan tim Toretto.

Secara keseluruhan film ini bagi saya sih seru, gak terlalu banyak adegan menegangkan, justru lebih banyak adegan konyol dan lucunya. Apalagi ditambah dengan adanya anaknya Dom yang diberi nama Brian. Di film ini, masih menyebut Brian (Paul Walker) dan Mia, jadi kalo yang nonton di FF7, karakter Brian memang tidak dibuat mati, Karakter itu dibuat seolah-olah sudah tidak ingin menjalani kehidupan di jalanan, dan ingin menikmati hidup bersama Mia, walaupun secara pribadi saya sangat mengharapkan ada karakter Brian. Di film FF ini memang seperti tidak ingin menghilangkan karakter itu dengan cara memberi nama anak Dom (dari Elena) dengan nama Brian. Yang sangat disayangkan karakter Elena yang justru dibuat mati (ditembak oleh Rhodes yang juga mati).

Yang menarik lagi bagi saya di film ini adalah adanya karakter Ramsey (yang muncul di FF7 sebagai hacker). Cewek cantik bernama Nathalie Emmanuel saya suka karena aksen British-nya yang ntah kenapa bikin saya jatuh cinta pada karakter ini (selain karena cantik aktrisnya tentunya, haha).

Adegan yang saya suka lagi adalah bagian akhir, dimana mereka berkumpul di rooftop dan makan bersama. Ini adegan yang sangat menunjukkan bahwa film ini bukan lagi sebuah fiksi, tapi bagi saya sudah seperti sebuah pertunjukkan yang selalu berhasil buat saya puas ketika keluar dari studio. Kita tunggu seperti apa pertunjukan berikutnya dari film tentang otomotif yang sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan ini.

Demikian bung dan sis cerita saya kali ini, sampai ketemu di cerita dari film-film lainnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

%d bloggers like this: