gundala

Gundala Berhasil Meraih 174ribu Penonton

Gundala menjadi harapan baru bagi penikmat film superhero di Indonesia. Keyakinan ini muncul seiring dengan penayangan film Gundala yang mulai tayang pada Kamis, 29 Agustus lalu.

Saya berkesempatan menonton film superhero garapan Sutradara Joko Anwar ini pada Kamis lalu. Saya sangat antusias menonton film ini karena penasaran dengan tokoh superhero asli Indonesia ini.

Meskipun berbeda dengan cerita versi komiknya, Gundala telah membuat standar baru perfilman Indonesia. Mengapa? Karena film ini mendobrak stereotipe bahwa Indonesia tidak bisa membuat film dengan genre superhero yang selama ini banyak orang meragukan.

Film ini berhasil meraih 174ribu penonton di hari perdana penayangan.

Cerita Sancaka Kecil

Bercerita tentang Sancaka kecil, yang memiliki Ayah yang bekerja di pabrik, dan karena ketidakadilan yang terjadi di pabrik, para buruh mengadakan aksi di depan pabrik. Bentrokan ini menyebabkan Ayah Sancaka terbunuh karena ditusuk oleh oknum dari buruh pabrik.

Sancaka kecil berusaha bertahan hidup dengan keadaan ditinggal Ibunya yang bekerja di luar kota dan menghilang tidak pulang ke rumah.

Menjadi Gundala

Sancaka yang berprofesi sebagai satpam di perusahan penerbitan surat kabar The Djakarta Times ini sehari-harinya dihadapkan dengan kekerasan dan ketidakadilan. Namun, ia teringat kalimat Awang (temannya saat bertahan hidup di jalanan), “belajar ngurusin hidup lo sendiri. Karena kalo lo ikut campur urusan orang lain, hidup lo bakal susah.”

Suatu ketika Sancaka yang takut terhadap petir sejak kecil ini, akhirnya tersambar petir ketika berada di pabrik.

Inilah awal mula Sancaka menjadi Gundala, karena ketika ia tersambar petir, fisiknya bertambah kuat, inilah mengapa ia bisa mengeluarkan petir dari tangannya ketika berhadapan dengan musuh.

Visual Efek dan Acting

Joko Anwar cukup berani ambil resiko di film besutannya kali ini, karena film superhero tidak lepas dari Visual Effects dan CGI. Sebagai film dengan budget cukup besar, film ini Saya nilai cukup berhasil, karena visual fx yang ditampilkan cukup halus, terutama saat sancaka tersambar petir. Saya akui, Abimana berhasil menampilkan adegan yang penonton bisa merasakan sakitnya disambar petir.

Hanya ada beberapa adegan yang menggunakan cgi atau vfx yang terasa kurang halus, tapi secara keseluruhan berhasil membius.

Spoiler Alert!

Di dalam film perdana dari Bumi Langit Cinematic Universe ini akan ada beberapa clue dan munculnya sosok superhero lainnya. Makanya, buat yang belum nonton, segera ke bioskop dan temukan pengalaman baru menonton film superhero Indonesia.

Selamat Menonton.

gundala
Foto: Nanang

Leave a Reply

%d bloggers like this: