Nikmatnya Buka Puasa dengan Mie Ayam Santika

Halo Bung dan Sis, setelah 2 tahun lebih Saya gak nulis akhirnya Saya nulis lagi. Perlu waktu yang cukup lama untuk meneruskan konsitensi menulis ini.

Pada dasarnya ternyata menulis itu bukan seberapa bagus tulisanmu, tapi seberapa sering kamu berlatih.

Lah, malah ceramah, hehe.

Oke berhubung I’m Not An Expert, kita lanjut aja ya.

Bulan Ramadan sebentar lagi berakhir, pasti meninggalkan kesan yang berbeda pada setiap orang. Tentu aja, momen ramadan akan selalu dirindukan bagi siapa saja yang menjalankan dengan penuh semangat. Semoga kita bisa dipertemukan selalu dengan ramadan. Aamiin.

Pada umumnya, kegiatan yang biasa dilakukan pada bulan ramadan adanya buka bersama. Mulai dari buka bersama yang hanya wacana, sampai buka bersama yang seperti tahu bulat, dadakan. Hehehe.

Oke, ceritanya kali ini Saya buka bersama, hanya berdua bersama teman Saya sih. Kebetulan kami memiliki kesamaan dalam menikmati makanan. Kami suka menikmati makanan yang Indonesia banget.

Setelah beberapa hari Saya mengidam-idamkan buka puasa dengan Mie Ayam. Akhirnya Saya menghubungi teman Saya untuk mengajaknya makan mie ayam. Tidak direncanakan jauh hari, hanya sehari sebelumnya, dan akhirnya diputuskan untuk buka puasa dengan Mie Ayam keesokan harinya, yakni Jumat, 17 Mei 2019.

Memilih tempat berbuka dan tempatnya ternyata memang tidak mudah. Saya memutuskan untuk berbuka di Mie Ayam Hotel Santika. Mie Ayam ini sudah ada sejak tahun 1989, yang mana Saya baru lahir tahun itu. Kami memesan 2 porsi Mie Ayam, 1 gelas Es Teh dan 1 gelas Es Jeruk.

Saya biasanya sangat menikmati Mie Ayam dengan dicampur Saos Sambal dan sedikit kecap. Tapi karena Saya sudah lama tidak menikmati Mie Ayam Pangsit di depan Hotel Santika ini. Saya memulainya dengan menyicipi Mie Ayam tanpa campuran alias rasa original. Hmmmm… Saya benar-benar merasa bahagia menyicipi rasa originalnya. Karena rasa original tanpa campuran saos sambal dan kecap dari Mie Ayam Santika ini sangat enak. Terasa gurih, tetapi tidak berlebihan, sehingga menurut Saya ini Mie Ayam yang memang wajar ketika ditasbihkan sebagai salah satu Mie Ayam terenak di Yogyakarta.

Mie Ayam Santika ini disajikan dengan 2 pangsit goreng serta pangsit rebus beserta kuahnya. Saya tidak bisa mendeskripsikannya secara detil, tapi jika kamu merasakannya sendiri, maka kamu akan tau kenapa Saya bisa mengatakan ini. Tak hanya itu, dengan campuran yang pas, maka Mie Ayam ini akan tetap terasa enak. Teman Saya sempat menyatakan, rasanya pengen lagi untuk memesannya lagi, dan Saya pun mengamininya. Namun, ternyata setelah habis, rasanya sudah cukup dan tidak ingin memesannya lagi, haha.

Nah, selesailah Kami memakannya, waktunya pulang dan Shalat Maghrib. Dalam perjalanan setelah selesai Shalat Maghrib, Saya sempat menyatakan ingin mencoba Mie Ayam lainnya. Pilihan Saya ingin merasakan Mie Ayam yang ada di daerah Sendowo atau Mie Ayam Afui di daerah Jalan Kaliurang. Namun, apalah daya ternyata tempat yang dituju tutup. Sehingga Kami mengurungkan niat untuk melanjutkan eksplorasi Mie Ayam itu. Mungkin lain waktu Saya akan menuliskannya kembali perjalanan eksplorasi Saya dalam menjajal Mie Ayam terenak di Jogja.

Naah, sampailah kita pada pemilaian. Untuk skor dari 1-10, Mie Ayam Santika ini menurut layak mendapatkan skor 8,5. Kok segitu nilainya? Katanya enak? Hehe, soalnya menurut Saya tetap ada kurangnya. Yakni Saya tidak bisa menikmati kuah pangsitnya, yang bagi Saya kurang terasa kesegarannya, terasa kurang bumbu. tapi ini masalah selera karena tiap orang berbeda dalam menikmatinya.

Oke, sampailah kita pada penghujung ulasan. Jika kamu menyukai tulisan ini jangan ragu untuk menyampaikan kritik dan saran kamu melalui instagram Saya bungrizki. Sampai jumpa pada tulisan Saya berikutnya. Semoga bermanfaat.

See you, Bung dan Sis!

Leave a Reply

%d bloggers like this: