Turunkan Kolesterol dengan Konsumsi Ini

Turunkan Kolesterol dengan Konsumsi Ini

Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyakit yang mematikan. Tercatat ada 9,4 juta kematian di dunia setiap tahun yang diakibatkan penyakit kardiovaskular, dan 45 persennya diakibatkan penyakit jantung koroner. Bahkan WHO memprediksi angka tersebut meningkat hingga 23,3 juta pada 2030. Salah satu penyebab penyakit tersebut adalah timbunan kolesterol dalam darah. Nah untuk mencegah dan turunkan kolesterol, Anda bisa mengonsumsi makanan ini.

BACA JUGA: DUA GELAS MINUMAN RINGAN PERCEPAT KEMATIAN

Kolesterol memang menjadi momok yang menakutkan bagi kita. Karena tidak hanya orang dengan tubuh gemuk saja yang beresiko, namun orang dengan tubuh langsing pun memiliki resiko yang sama. Kolesterol memang dibutuhkan tubuh kita, namun jika kadarnya terlalu tinggi maka hal ini dapat menimbulkan berbagai penyakit. Untuk itu, Anda bisa mengonsumi bawang hitam agar turunkan kolesterol.

Apa Itu Bawang Hitam?

Turunkan Kolesterol dengan Ini
Bawang Hitam (foto: Rizki)

Bawang hitam merupakan bawang tunggal yang telah melewati proses fermentasi di oven dengan rentang waktu yang bervariasi.

Secara tampilan, bawang hitam ini memang nampak tidak indah. Karena warnanya yang hitam pekat hasil fermentasi. Rasanya pun sedikit aneh bagi orang yang belum pernah mengonsumsinya. Rasa dari bawang hitam ini cenderung seperti dodol, ada rasa manisnya, namun terasa sedikit pahit, dan memiliki aroma kuat dari bawang.

Ternyata bawang hitam ini tak hanya ampuh menurunkan kolesterol jahat, namun memiliki manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh. Diantaranya adalah, menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatasi infeksi, serta sumber vitamin dan mineral (sumber: doktersehat.com).

Menurut Niken, salah seorang pengusaha bawang hitam mengatakan bahwa proses pengolahan bawang menjadi bawang hitam ini dilakukan dengan pengovenan selama berhari-hari.

“Bawang hitam itu dari bawang lanang atau tunggal yang difermentasi selama berhari-hari tergantung dari kemauan pembuatnya. Bisa dari 20 hari sampai 40 hari, ada yang bahkan sampai 120 hari,” ujar Niken pada Sabtu (25/01/2020).

Niken juga mengungkapkan awal mula tertarik memasarkan produk ini karena hasil percobaan kepada sang Ibu yang mengidap penyakit komplikasi, antara lain diabetes, jantung, darah tinggi, kolesterol, asam urat dan maag.

“Saya trial and error, Ibu Saya cocok, dari hasil lab yang begini (-tinggi-), setelah mengonsumsi ini rutin, lempeng hasil labnya.”

Produk Bawang Hitam yang mampu turunkan kolesterol ini dipamerkan dan dijual dalam acara Pameran Produk Lokal UKM “Produk Lokal Berdaya Saing” yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UKM DI Yogyakarta. Acara ini berlangsung tanggal 24 dan 25 Januari 2020 di Alun-alun Sewandanan Pakualaman.

Pameran Produk Lokal UKM DIY
Pameran Produk Lokal UKM (foto: Rizki)

Produk Lokal UKM Lainnya

Selain Bawang Hitam, terdapat pula berbagai macam produk fashion, kerajinan, dan kuliner. Diantaranya adalah Manisan Salak Kering dan Geplak Salak. Sebagaimana diketahui, Salak merupakan buah komoditas Kabupaten Sleman.

Produk Lokal UKM
Manisan Salak (Foto: Rizki)

Dengan berlimpahnya buah Salak di Sleman, tentunya akan membosankan jika disajikan dalam bentuk buah sebenarnya. Maka salah satu caranya adalah mengolahnya dalam bentuk lain, yang menarik perhatian.

Manisan Salak ini ternyata tidak mudah dalam proses pengolahannya. Diperlukan beberapa tahapan hingga dapat dikonsumsi sebagai manisan.

Ibu Siti Lestari, seorang pengusaha manisan salak kering dan geplak salak menjelaskan proses pengolahannya.

Produk UKM Lokal
Geplak Salak (Foto: Rizki)

“Manisan ini prosesnya lama mas. Ini karena harus dikupas, dibelah, dihilangkan bijinya, direbus sampai mendidih, didiginkan, terus nanti direndam semalam, paginya direbus lagi, ditiriskan baru dioven,” ujarnya.

Sedangkan proses persiapan pengolahan geplak salak, mirip dengan pembuatan manisan, hanya saja geplak salak dibuat seperti layaknya membuat dodol, dengan ditambahkan kelapa yang tidak terlalu tua.

Ibu Siti mengatakan bahwa produknya sudah didistribusikan ke beberapa gerai oleh-oleh di kawasan wisata kaliurang, dan juga di kawasan pathuk.

Selain itu, Ibu Siti juga menjual produk cemilah lainnya yakni kripik jamur tiram dengan varian original dan pedas.

“Jamur Tiram ini ada dua rasa, yang original ini tanpa msg, kalo yang pedas ini jadi ada msg karena rasa pedasnya itu yang pakai msg,” ungkap Bu Siti.

Promosi Produk Lokal UKM

Acara yang diprakarsai Dinas Koperasi UKM DIY ini merupakan yang pertama kalinya di tahun 2020. Rencananya, acara ini akan dilaksanakan sebanyak 10 kali di Pakualaman.

Sebagai informasi, pertumbuhan UKM di DIY meningkat setiap tahunnya. Tercatat ada 262.130 unit pada tahun 2019.

Pertumbuhan UKM di DIY

Menurut Veronica Setyoningtyas Prativi, KaSi Pemasaran Dinas Koperasi UKM DIY, terdapat 58 pengusaha UKM yang terlibat dalam acara kali ini.

“Tujuan dilaksanakannya acara ini adalah membantu pemasaran UKM di DIY yang produk-produknya belum dikenal masyarakat. Targetnya meningkatkan omset dari pelaku UKM yang terlibat,” ungkapnya.

Veronica pun berharap melalui acara ini masyarakat dapat mencintai produk lokal DIY dan dapat membantu meningkatkan perekonomian di DIY.

“Harapannya masyarakat semakin mengenal produk-produk lokal DIY yang diproduksi sendiri oleh orang lokal DIY. Kalau sudah mengenal, nantinya masyarakat akan lebih mencintai dan membantu meningkatkan perekonomian di DIY.”

Leave a Reply

%d bloggers like this: