Valak si Hantu Hits! (Review The Conjuring 2)


Halo bung dan sis, kalau kamu baca judul tulisan ini pasti kamu tahu siapa itu Valak. Kalau kamu memang belum tau siapa itu Valak dan di film apa dia muncul silahkan cek di sini.

Valak si hantu hits ini jadi pembicaraan banyak orang karena film terbaru The Conjuring 2 yang tayang mulai 10 Juni 2016. 

Film ini masih bercerita tentang pasangan paranormal Ed Warren dan Lorraine yang menangani kasus supranatural. Sekilas tentang Ed dan Lorraine Warren, pasangan ini memulai karirnya dengan membentuk komunitas pemburu hantu pertama di New England dengan nama New England Society tahun 1952, mereka juga membukukan kisah-kisah mereka ke dalam beberapa judul buku, dan salah satu yang terkenal adalah Amityville. Pasangan ini juga punya museum yang berisi benda-benda yang menjadi perantara makhluk halus untuk menunjukkan eksistensi mereka.

Film ini sih bukan mengenai siapa Ed dan Lorraine, tetapi tentang salah satu kasus yang mereka tangani dan fenomenal di Enfield. Semua berawal dari kisah Ed dan Lorraine yang setelah menangani kasus di Amityville, Lorraine terus diteror roh jahat yang beruwujud biarawati. Sejak saat itu ia tidak ingin menangani kasus-kasus supranatural lagi.

Sementara itu di Enfield, tinggallah sebuah keluarga yang menempati suatu rumah berhantu. Keluarga itu terdiri dari seorang Ibu dan 4 orang anak. Suatu ketika anaknya bernama Janet bermain permainan memanggil roh, -kalau di Indonesia mah seperti permainan Jelangkung-, sejak saat itu Janet sering diteror oleh roh yang tinggal di rumah tersebut. Roh yg sering mengganggu adalah sesosok kakek tua bernama Bill, yang merupakan penghuni rumah itu sebelumnya.

Singkat cerita, cerita tentang teror hantu tersebut terdengar hingga pihak Gereja yang akhirnya mengutus Ed dan Lorraine untuk membantu menangani kasus tersebut. Awalnya mereka ragu karena sesuai tekad mereka sebelumnya yakni tidak ingin menangani kasus sejenis itu, namun akhirnya mereka menyetujui untuk menangani kasus tersebut. Terbanglah mereka ke Enfield untuk bertemu dengan keluarga Hodgson dan membantu mereka.

Kejadian demi kejadian mereka alami. Teror Bill terus menghantui keluarga tersebut, Bill sering merasuki Janet untuk menunjukkan eksistensinya. Singkat cerita (saya singkat supaya gak terlalu panjang -sebenarnya karena males nulisnya sih, hehe) sebenarnya bukan keinginan Bill untuk meneror keluarga Hodgson, tapi ada sosok Valak yang menjadi biang keroknya.

Segitu aja deh cerita sinopsisnya, kalau mau lengkapnya bisa tonton filmnya (kalau sudah gak ada di bioskop ya bisa beli dvd nya, hehe). 

Sebenarnya nonton film ini karena saya penasaran dengan lanjutan dari The Conjuring tahun 2013. Ekspektasi saya cukup tinggi terhadap film ini. Namun menurut saya film ini tidaklah seseram film pertamanya. Sosok Valak yang meneror di film ini tidaklah terlihat seram, apalagi sosok hantu Bill yang tidak seram sama sekali. Sepanjang cerita saya tidak terlalu merasa ketakutan, lebih kepada karena kaget saja akibat kemunculan sosok hantunya. 

Berbeda dengan The Conjuring, film ke dua nya ini tidak membuat penonton menjerit ketakutan, terbukti ketika di dalam bioskop saya sama sekali tidak mendengar adanya teriakan dari penonton, tidak seperti saat saya menonton film sebelumnya 3 tahun lalu. Saya pikir mungkin karena ekspektasi saya yang terlalu tinggi atau bisa jadi karena terlalu banyak spoiler yang sudah saya lihat sehingga film ini tidak seram menurut saya. Salah satu spoiler yang saya tonton adalah adanya VR Experience di Youtube. 

Secara cerita yang dihadirkan oke banget, dengan efek efek yang keren juga mendukung film ini enak ditonton, tapi bagi yang mencari pengalaman memacu adrenaline film ini tidak saya rekomendasikan. Film ini saya beri 3 bintang untuk ceritanya. Tapi untuk fenomenalnya di Social Media, saya beri 4 bintang untuk The Conjuring 2, karena fenomena Valaknya yang menjadikan banyak orang kreatif dengan meme yang lucu-lucu 😀😁

Begitulah ulasan film dalam tulisan saya kali ini. Sampai bertemu di ulasan film berikutnya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: